Rabu, 28 Mei 2014

HARGA MEROSOT, RIBUAN PETANI KARET MENJERIT

PETANI KARET, Walaupun murah terpaksa menjual karet mareka  (JS)
SEBAR,-Muara Teweh, - Sudah hampir satu bulan ini harga karet di Kalimantan Tengah terus merosot dari harga normal Rp 10 ribu / kilogram, kini oleh para pedagang pengumpul satu kilogram karet basah hanya dihargai Rp 5 ribu saja, turun 50% dari harga normal. Puluhan ribu petani di daerah ini kini menjerit, mereka mengalami keterpurukan ekonomi yang luar biasa, parahnya lagi hingga kini belum ada solusi untuk membantu para petani karet tadi.
Anton (45 thn), warga desa Hajak Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Rabu (28/5) kepada Pewarta mengatakan, kondisi ekonomi keluarganya sangat terpuruk, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja susah, apalagi untuk membiayai kedua anaknya yang sedang kuliah di luar daerah.  Untuk mengatasi keterpurukan ini menurut laki-laki tadi ia harus membanting tulang kerja apa saja, sementara isterinya tetap menyadap karet dengan harapan harga karet segera membaik kembali ke harga normal, yaitu Rp 10 ribu . kilogram.
Berbeda dengan Anton, Lis (40 thn), petani karet yang satu ini selain memiliki kebun karet puluhan hektar, ia juga memiliki puluhan hektar kebun sawit yang saat ini harganya lumayan, terpuruknya harga karet tidak begitu dirasakan oleh Lis dan keluarganya, mereka tidak menyadap karet lagi, tetapi memanen kebun sawit yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya.
Di kabupaten Barito Utara terdapat puluhan ribu petani karet dengan luasan kebun mencapai ratusan ribu hektar, akan tetapi di daerah ini tidak ada pabrik pengolah karet, sehingga semua karet produksi para petani dijual kepada para pedagang pengumpul yang ada, sementara para pedagang pengumpul menjualnya ke pabrik karet di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sejauh ini belum diketahui parsis, apakah hal ini yang menyebabkan terpuruknya harga hasil bumi tersebut atau faktor lainnya, seperti fluktuasi harga karet dunia atau hanya permainan para kartel karet saja.
Memperhatikan kondisi ini, nampaknya perlua ada langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah setempat untuk membantu para petani, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek memberdayakan lembaga usaha koperasi yang tersebar di daerah ini untuk menampung karet para petani, sementara untuk jangka panjang memberdayakan petani karet yang ada agar selain berkebun karet juga berkebun tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti sawit ataupun sayur mayur yang usia produksinya relatif pendek. (Jon/5)