Rabu, 20 Agustus 2014

LAMBANNYA OPERASIONAL PLTG KARENDAN, PLN TERKENDALA PEMBEBASAN LAHAN



Fasilitas pengoboran gas

Muara Teweh, SBO,- Lambannya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Karendan, Kecamatan Lahei, Barito Utara, Kalimantan Tengah ternyata bukan karena keterlambatan pihak kotraktor Salamander Energy, akan tetapi keterlambatan tersebut disebabkan pihak PLN terkendala dalam pembebasan lahan.

Hal ini dikemukakan M. H. Manullang manajer VP HR & GA Salamander  Energy, Rabu (20/8)pada acara media gathering yang dihadiri puluhan jurnalis  berlangsung di hotel JnB, jalan Pramuka No 3 Muara Teweh.
Menurut Manullang perusahaannya sebenarnya sudah sangat siap mensuplai gas untuk 16 mesin pembangkit milik PLN yang sudah dipasang di Karendan, namun PLN saat ini masih belum siap, perusahaan Negara tersebut  sekarang terkendala pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan tower diwilayah Buntok dan Tanjung.
Sebagai operator Salamander Energy tahun 2013 lalu sudah siap mensuplai gas untuk 16 buah mesin pembangkit  listrik yang sudah dibangun PLN, masing-masing mesin tadi berkapasitas 10 ribu megawatt per unit, atau kapasitas keseluruhannya mencapai 160 ribu megawatt, sementara untuk kebutuhan konsumsi listrik di Barito Utara hanya berkisar kurang lebih 8 ratus megawatt saja, satu mesin saja yang beroperasi sudah melebihi kebutuhan daerah ini.
Menurut Manullang, listrik yang dihasil PLTG Karendan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk daerah ini saja, akan tetapi disalurkan ke jaringan “Kalimantan Transmition Line”, maksudnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan (Kalteng, Kalsel dan Kaltim).
Walaupun masyarakat di Kabupaten Barito Utara sekarang  sangat mengharapkan listrik yang dihasilkan Salamander energy  melalui PLTG Karendan segera beroperasi, nampaknya harus lebih bersabar lagi, menunggu proses pembangunan tower jaringan oleh pihak PLN yang hingga sekarang masih “macet” tersebut.
Berkenaan dengan hal tersebut, menurut Manullang, pihaknya sudah berupaya memfasilitasi PLN untuk bertemu dengan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang memohon dukungan pejabat nomor satu di Kalimantan Tengah tersebut membantu pihak PLN dalam hal pembebasan lahan, namun  sejauh ini menurut pimpinan Salamander Energi itu, ia belum tahu perkembangannya dari pihak PLN.
Sementara itu sebagai operator yang dipercayakan oleh pemerintah, pihaknya juga seperti hal masyarakat sangat mengharapkan kendala ini segera teratasi dan pembangkit yang ada dapat diopersionalnya, sehingga investasi mereka secara bertahap dapat kembali, demikian juga pemerintah dan pemerintah daerah mendapatkan bagi hasil untuk membiayai pembangunan daerah ini. (j/1).