Senin, 18 Agustus 2014

POLDA KALSEL GAGALKAN PENYELUNDUPAN BBM BERSUBSIDI KE KALTENG



SPBU kerap kali diserbu pelansir (ilustrasi)

BANJARMASIN.- SBO,- Hasil kerja keras dan kesigapan jajaran  Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan belum lama ini berhasil menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi sebanyak 15 ton atau 15.000 liter.



Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Joko Purwanto, di Banjarmasin mengemukakan,  penyelundupan solar tersebut  menggunakan dua mobil tangki dan rencananya akan dipasok ke wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), namun keburu keciuman petugas dan  terungkap pada Rabu (13/8) lalu sekitar pukul 00.30 WITA di Jalan Trans Kalimantan daerah Trantang, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala (Batola), Kalsel.
Barang bukti berupa solar sebanyak 15 ton, dua mobil tengki yang digunakan untuk mengangkut solar dimaksud, yaitu masing-masing jenis truk puso nopol DA 1620 AE bermuatan 10 ton dan DA 9355 PG bermuatan lima ton, kini sudah diamankan pihak berwajib.
Sementara pemilik BBM solar tersebut, AS (30) ,warga Malkon Temon, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara juga sudah tetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian setempat..
Menurut keterangan yang berhasil dikorep petugas dari tersangka AS,  solar itu didapatnya dari para pelangsir seharga Rp 4.800 sampai Rp 5.200 perliterny dan di Kalteng bisa dijual dengan harga Rp 9.800/liter. Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Joko Purwanto kepada wartawan  menyatakan AS bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) dengan ancaman dua tahun penjara,
Hingga saat ini, kasus penyelundupan BBM bersubsidi tersebut terus dikembangkan oleh pihak berwajib, karena tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain, sekaligus untuk mengungkap jaringan tersebut.
Sebuah sumber kepada SBO di Banjarmasin menyebutkan, pnyelundupan BBM bersubsidi asal Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah sudah berlangsung cukup lama, karena perbedaan harga yang sangat besar dan menguntungkan para penyelundup, karena di Kalimantan Tengah BBM jenis solar banyak digunakan oleh perusahaan tambang dan perkebunan besar sawit yang sering kesulitan mendapatkan BBM di daerahnya. (J/1).