Jumat, 26 September 2014

WARGA KEBERATAN LAHANNYA DIGUSUR PT SAWIT SUMBER REJO (SSR)

Lahan yant menurut warga belum dibebaskan digusur oleh PT SSR
Muara Teweh,-SBO,- Salah seorang warga desa Malawaken Syahnudin (38 thn) menyatakan sangat keberatan atas pengusuran lahan milik keluarganya oleh PT Sawit Sumber Rejo (SRR) untuk lokasi perkebunan sawit .
Kepada SBO, Selasa (23/9) di Muara Teweh  warga tadi menjelaskan, menurut versi warga lahan dimaksud adalah milik keluarganya, yaitu keluarga Nyunok dan Bias yang terletak di wilayah desa Malawaken seluas kurang lebih 76,6 hektar, berisi tanaman buah-buahan dan tumbuhan untuk kepentingan ritual yang kini sudah digusur habis oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut tanpa penyelesaian terlebih dahulu dengan keluarganya.



Syahnudin tidak mengetahui parsis apa dasarnya pihak perusahaan PT SSR berani mengusur lahan milik keluarganya tadi, karena lahan tersebut sudah memiliki legalitas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Malawaken melalui  melalui SKT dengan nomor register 591/DM-125/SPT/VI/PEM, Tanggal 15 Juni 2014.

Menurut Syahnudin,  sangat aneh bila ada SKT lain di lokasi yang sama yang dijadikan dasar pihak perusahaan untuk melakukan pembebasan lahan tersebut yang diikuti dengan penggusuran saat ini. Pihaknya sangat keberatan atas penggusuran lahan tersebut dan akan meminta pertanggung jawaban atas kerusakan yang terjadi di atas lahan tersebut.
Berkenaan dengan hal ini menurut Syahnudin, kepada pihak PT SSR segera menghentikan kegiatan mereka diatas lahan tersebut sampai dengan ada penyelesaiannya dengan pihak keluarganya, karena sejauh ini menurutnya pihak perusahaan belum ada menunjukan itikat baik menuntaskan masalah ini.
Warga desa Malawaken tadi mengemukakan, untuk menuntaskan hal ini pihaknya sudah melayangkan pengaduan kepada Camat Teweh Baru dengan tembusan sejumlah pejabat terkait, Dewan Adat Dayak, DPRD, Kapolres Barito Utara, Kades Malawaken, BPD Desa Malawaken dan Ketua Adat Desa Malawaken. Namun masih belum mendapat tanggapan dari pihak Kecamatan Teweh Baru, akan tetapi ia memaklumi karena padatnya kegiatan pemerintahan di kecamantan dan mungkin dalam waktu dekat ini kasus tersebut akan diproses.
Sejauh ini belum didapat konfirmasi bagaimana sesungguhnya menurut versi perusahaan tentang kasus ini, terhadap hal ini WartaKalimantan.com berupaya ingin melakukan konfirmasi dengan pihak PT SSR di Muara Teweh, sayangnya konfirmasi dimaksud belum dapat dilakukan lantaran  alamat perusahaan dimaksud belum ditemukan.(j/1).