Jumat, 05 Desember 2014

PERBURUAN BURUNG TUKUK RAMBAH GUNUNG PUREI

Jenis Burung Tukuk yang memiliki batu giok di kepalanya (j/1)
LAMPEONG,-SBO,- Para pemerhati lingkungan, tokoh adat dan para Kepala Desa di Kecamantan Gunung Purei sekarang merasa resah sehubungan maraknya pembantai Burung Tukuk yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab memasuki wilayah itu .Hal ini dikemukakan Kades Muara Mea Jaya Pura kepada SBO  Rabu (3/12) saat dijumpai dikediamannya di Desa Muara Mea dua kilometer selatan Lampeong ibukota Kecamatan Gunung Purei, Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Lebih jauh Jaya Pura menjelaskan, kegiatan pemburuan atau pembantaian Burung Tukuk tersebut dilakukan oleh orang dari luar daerah Kalimantan Tengah, mereka masuk ke wilayah Gunung Purei dari sebelah selatan kawasan itu melalui jalan HPH, mereka tersebut adalah rombongan yang terdiri dari beberapa orang memasuki kawasan hutan dan berkemah disana hingga beberapa hari.
Menurut Kades Muara Mea itu, ia baru saja mendapat laporan dari warga desa  yang mencari gaharu di hutan sekitar Gunung Lumut, warga tadi menurut Jaya Pura menemukan bulu Burung Tukuk berhamburan di sekitar bekas kemah para pemburu, namun warga tadi tidak sempat bertemu langsung dengan para pemburu Burung yang dilindungi adat tersebut.
Jaya Pura juga menjelaskan, menurut informasi yang ia dapatkan para pemburu tadi dalam aksi pemburuan mereka menggunakan jenis Senjata Api Rakitan yang menggunakan Peluru Hambur, sehingga sangat efektif memusnahkan Burung Tukuk walaupun binatang tersebut terbang tinggi diatas pepohonan namun untuk memudahkan pembantaiannya mereka memutarkan suara rekeman burung tersebut sehingga mereka turun dan pada saat itulah dilakukan penembakan dengan peluru hambur.
Menurut penelusuran media ini, oleh para pemburu tubuh dan bulu burung tersebut dibuang, yang para pemburu ambil hanyalah  "Batu Giok" yang terdapat dalam kepala Burung Tukuk, batu tersebut memiliki nilai ekonomi yang menggiurkan, yaitu mencapai Rp. 400 ribu per gramnya hampir menyamai harga emas. Jika praktik ini terus berlangsung dikhawatirkan populasi Burung Tukuk akan punah dalam waktu singkat.(j/1)